Mengenal Apa Itu Hybrid Cloud Storage?

Mungkin sudah banyak yang tahu atau memanfaatkan teknologi cloud untuk melakukan backup data. Namun ternyata, masih banyak yang belum tahu tentang hybrid cloud storage, salah satu dari 4 tipe cloud berdasarkan perkembangannya. Padahal, dalam dunia bisnis, cloud tipe ini sudah mulai digunakan meskipun baru digunakan oleh beberapa perusahaan besar saja.

Nah, untuk lebih jelasnya, yuk langsung kita bahas mengenai hybrid cloud storage.

Menurut situs searchstorage.techtarget.com, hybrid cloud storage adalah sebuah pendekatan atau sistem untuk mengatur penyimpanan menggunakan sumber daya lokal dan situs. Pada hybrid cloud storage, perusahaan akan menggunakan 2 tipe cloud sekaligus, yaitu public cloud dan private cloud. Dengan begini, kapasitas penyimpanan yang dimiliki oleh perusahaan akan semakin besar. Selain menggabungkan public dan private cloud, seringkali perusahaan juga akan memanfaatkan on-premises.

Hybrid cloud storage yang menggabungkan antara public cloud, private cloud, dan on-premises akan memanfaatkan sebuah software khusus yang menjadi penghubung antara on-premises dengan public cloud storage. Keuntungan menggunakan hybrid cloud storage dibandingkan dengan tipe cloud yang lain yaitu, perusahaan bisa membagi beban kerja antara on-premises dan private cloud. Selain itu, perusahaan dapat mengatur sendiri data apa saja yang akan disimpan di dalam public cloud. Biasanya, data yang akan disimpan pada public cloud merupakan data yang boleh dibagikan ke publik, dan tidak akan berbahaya bagi kelangsungan perusahaan jika seandainya data tersebut tersebar.

Selain itu, dengan hybrid clloud storage maka perusahaan dapat meminimalis biaya yang dibutuhkan ketika kapasitas telah habis atau hampir habis. Misalnya, sebuah perusahaan telah memiliki serangkaian hardware lengkap dan sudah aktif digunakan untuk infrastruktur private cloud. Dengan menggunakan hybrid cloud, perusahaan akan mendapatkan kapasitas penyimpanan lebih banyak jika dibandingkan dengan perusahaan hanya memanfaatkan infrastruktur tersebut untuk private cloud saja. Tanpa menggunakan hybrid cloud, artinya perusahaan harus menambahkan investasinya untuk menyediakan infrastruktur private cloud baru ketika kapasitasnya telah habis. Artinya, biaya yang diperlukan akan lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan public cloud.

Meskipun begitu, keputusan tipe cloud apa yang akan digunakan tetap harus ddisesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. (Vita)

Share this...
Share on Google+Share on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on StumbleUponShare on LinkedIn

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *