dokter

Inilah 5 Faktor Risiko Penyakit Pneumonia

Pneumonia, atau yang lazim dikenal dengan nama paru-paru basah oleh orang awam, merupakan penyakit infeksi yang menyerang paru-paru seseorang hingga kantung udaranya (alveolus) meradang dan membengkak. Menurut situs Hello Sehat, penyebab penyakit yang bisa diobati dengan alat nebulizer ini adalah virus, bakteri, dan jamur. Kendati begitu, beberapa faktor pemicu berikut juga bisa meningkatkan risiko seseorang terkena pneumonia.

  1. Secara umum, semua kalangan usia berpotensi mengalami pneumonia. Akan tetapi, menurut National Heart, Lung, and Blood Institute, bayi dan anak-anak berusia 2 tahun atau di bawahnya juga orang berusia 65 tahun atau lebih tua paling berisiko terkena pneumonia. Hal ini lantaran kedua kelompok umur tersebut punya sistem kekebalan tubuh yang belum ataupun sudah lemah, dibandingkan dengan orang-orang dari kelompok usia lainnya.
  2. Mengingat salah satu penyebab utama pneumonia adalah virus, maka besar kemungkinan seseorang bisa tertular penyakit ini dari orang lain yang membawa atau menyebarkan virus tersebut. Maka dari itu, orang-orang yang menghabiskan waktu lama di area sempit namun ramai, seperti barak militer, penjara, pun panti jompo, punya risiko terjangkit pneumonia yang cukup tinggi.
  3. Di samping virus, bakteri, dan jamur, udara kotor juga asap beracun merupakan penyebab lain dari penyakit pneumonia. Kawasan pemrosesan ayam atau unggas, toko hewan peliharaan, serta klinik hewan pun dapat berpotensi meningkatkan risiko seseorang terhadap pneumonia. Oleh sebab itu, orang-orang yang profesinya bersinggungan atau malah berada dalam lingkungan seperti ini berisiko relatif tinggi tertular pneumonia.
  4. Anda mungkin tak lagi asing dengan faktor satu ini. Terang saja, sebab kebiasaan merokok sudah lama terbukti dapat merusak paru-paru penikmatnya. Dikutip dari Hello Sehat, penelitian dalam sebuah jurnal bahkan sudah menemukan bahwa paparan asap tembakau sangat terkait dengan perkembangan community-acquired pneumonia (CAP). Artinya, orang yang sering menghirup asap rokok sehari-harinya sangat berpotensi terkena pneumonia.
  5. Rawat inap. Perawatan intensif di rumah sakit hingga seseorang tidak sadar juga bisa menjadi faktor risiko pneumonia. Pasalnya, kondisi tubuh yang tidak banyak bergerak serta imun yang melemah karena penyakit dapat memudahkan virus, bakteri, atau jamur penyebab pneumonia untuk masuk ke tubuh pasien. Tak sampai di situ, pasien yang pernah menggunakan ventilator juga bisa berpotensi mendapatkan pneumonia.

Itulah dia 5 faktor risiko yang dapat membuat seseorang tertular pneumonia. Semoga informasi di atas bermanfaat.

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published.