karir

Salah Memilih Karir, Apa yang Harus Dilakukan?

Memiliki karir yang sesuai dengan jurusan kuliah, bakat, dan minat adalah harapan setiap orang. Itulah sebabnya, banyak remaja yang memanfaatkan Program CSR Pendidikan untuk membantunya mewujudkan hal tersebut. Sebab, program CSR tersebut dapat membantu remaja lulusan SMA/SMK atau sederajat untuk menentukan jurusan kuliah sesuai dengan bakat dan minat mereka, untuk membantu kemajuan karirnya di masa mendatang.

Namun, bagaimana jika ternyata harapan tersebut tidak juga terwujud? Misalnya kamu justru mendapatkan karir yang tidak sesuai dengan harapanmu? Apa itu artinya kamu salah memilih karir?

Dalam kenyataannya, hal tersebut memang sangat sering terjadi. Bahkan, sebagian besar orang bekerja atau memiliki karir yang tidak sesuai dengan minat awal dan jurusan mereka. Lalu bagaimana jika kamu yang mengalaminya? Ini yang sebaiknya kamu lakukan:

  • Ubah pola berpikir

Dalam situs themuse.com disebutkan bahwa tidak ada yang namanya salah memilih jurusan atau salah memilih karir. Sebab, pada dasarnya semua itu adalah hasil dari keputusanmu dan sebelum kamu membuat keputusan, pasti ada banyak hal yang kamu pertimbangkan. Hanya saja mungkin hasilnya tidak sesuai dengan harapanmu sehingga kamu merasa salah mengambil keputusan.

Namun, dalam setiap pilihan selalu ada peluang. Misalnya saat kamu merasa salah memilih jurusan, maka kamu bisa memanfaatkan ilmu yang kamu dapatkan saat ini dan mengambil jurusan keinginanmu untuk S2. Atau saat kamu merasa salah menerima sebuah tawaran pekerjaan, kamu bisa memanfaatkan peluang ini untuk mempelajari hal baru sesuai dengan job-mu saat ini. Dengan mengubah pola pikir tersebut, kamu akan semakin bersemangat dan mampu melakukan semua pekerjaan dengan lebih nyaman.

  • Cari peluang lain

Jika kamu benar-benar merasa bahwa tidak lagi mampu melanjutkan apa yang sedang kamu lakukan saat ini, maka segera ambil keputusan dan carilah peluang lain. Sebab waktu terus berjalan dan semakin lama kamu mengambil keputusan, maka semakin banyak waktu yang akan terbuang.

Namun, sebelum mengambil keputusan ini kamu tetap harus memikirkan segala sesuatunya terlebih dahulu. Yakinkan dirimu bahwa kamu benar-benar memang tidak mampu melanjutkan. Jangan hanya karena emosi sesaat lalu kamu mengambil keputusan untuk pindah jalur, karena hal ini hanya akan merugikanmu. Misalnya saat kuliah, ketika kamu tiba-tiba memutuskan untuk pindah jurusan maka kamu harus siap rugi waktu dan biaya. Sementara dalam dunia kerja, semakin sering kamu berpindah karir maka kamu tidak akan bisa menjadi seorang profesional dalam satu bidang.

Hidup adalah pilihan dan kamu sendirilah yang menentukan jalan hidupmu berdasarkan pilihan yang diambil. Bertanggung jawab atas pilihanmu sendiri akan membantumu merasa mampu untuk menjalankan apapun hasil dari pilihan tersebut.

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published.