cake pop

Anak Kekurangan Kadar Gula, Ini Dampaknya

Ketika anak susah makan, banyak orang tua yang kemudian memberikan makanan favorit anak dengan alasan “yang penting anak makan”. Misalnya saja anak suka makanan manis, maka orang tua akan memberikan berbagai makanan manis untuknya. Namun, banyak juga orang tua yang berkeras tidak mau memberikannya karena takut anak kelebihan gula. Bahkan, anak dibiasakan untuk tidak mengonsumsi makanan manis sama sekali agar tidak mengalami masalah tersebut.

Memang, mengonsumsi makanan manis secara berlebihan bisa berdampak buruk bagi kesehatan anak. Namun, tahukah Bunda bahwa kekurangan kadar gula dalam darah akibat kurangnya konsumsi gula juga bisa memberi efek negatif pada tubuh?

Tubuh membutuhkan bahan bakar yang akan diubah menjadi energi. Salah satu bahan bakarnya adalah glukosa yang didapatkan dari makanan manis yang anak konsumsi. Melansir dari situs glitzmedia.co, disebutkan bahwa anak membutuhkan 5-10 sendok teh gula dalam sehari. Ketika melebihi dari jumlah tersebut, maka anak berisiko mengalami kenaikan kadar gula darah, tetapi jika kurang maka risikonya justru sebaliknya, yaitu rendahnya kadar gula darah.

Ketika anak mengalami hal ini, maka ada beberapa dampak yang akan terjadi, yaitu:

  • Kehilangan konsentrasi

Setiap sel dalam tubuh membutuhkan glukosa untuk dapat berfungsi normal, termasuk juga sel otak. Ketika tubuh kekurangan glukosa, maka konsentrasi anak akan terganggu. Bahkan, anak bisa saja tiba-tiba merasa kebingungan dan sulit untuk berpikir. Hal ini tentunya akan sangat mengganggu aktivitas belajarnya.

  • Tubuh lemas

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, glukosa merupakan sumber energi tubuh. Ketika jumlah glukosa tidak mencukupi untuk diubah menjadi sumber energi, maka dampaknya tubuh akan kekurangan energi dan terasa lemas. Bahkan dalam kondisi yang fatal, bisa menyebabkan anak tiba-tiba pingsan.

  • Gejala fisik

Ada beberapa gejala fisik yang mungkin dirasakan oleh anak saat kekurangan glukosa, di antaranya yaitu kesemutan, sakit kepala, penglihatan kabur, dan sebagainya. Hal ini tentunya akan sangat mengganggu aktivitas keseharian anak.

  • Dampak psikologis

Anak bisa diserang kebingungan, depresi, kecemasan, dan psikologis negatif lainnya yang tidak bisa dijelaskan penyebabnya. Bahkan, anak bisa saja tiba-tiba menangis tanpa sebab.

Menjaga konsumsi gula pada anak untuk mencegahnya menderita diabetes adalah hal yang baik, tetapi bukan berarti Bunda sama sekali tidak membiarkan anak mengonsumsi makanan manis. Sebab, kandungan apapun pada makanan sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh selama berada dalam batas yang wajar.

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *