anak sekolah

Mengenal Stunting dan Cara Mencegahnya

Bunda, pernahkah melihat anak yang memiliki tubuh jauh lebih pendek daripada anak lain seusianya? Saat melihatnya, banyak orang yang mungkin berpikir bahwa kondisi tersebut adalah faktor genetik di mana Ayah atau Ibunya memiliki postur tubuh yang tidak terlalu tinggi juga. Meman, hal tersebut tidak sepenuhnya salah, tetapi ternyata tubuh anak dengan tinggi di bawah rata-rata juga bisa menjadi pertanda anak mengalami stunting.

Mengenal Istilah Stunting

Melansir dari situs unicef.org, stunting atau bertubuh pendek adalah kondisi di mana anak mengalami malnutrisi kronis dan penyakit berulang selama usia anak-anak yang menyebabkan terjadinya kegagalan pertumbuhan anak. Masalah ini dapat bersifat jangka panjang dan merusak kesehatan fisik maupun kognitif anak secara permanen. Bahkan bisa menyebabkan anak berpotensi mengalami penyakit kronis saat dewasa nanti.

Berdasarkan situs halodoc, berikut ini adalah beberapa ciri anak mengalami stunting:

  • Tinggi dan berat badan anak di bawah rata-rata untuk usianya
  • Anak rentan mengalami masalah kesehatan, termasuk pada tulang
  • Anak menjadi lemas dan kurang bersemangat
  • Adanya gangguan tumbuh kembang anak

Cara Mencegah Terjadinya Stunting

Untuk mencegah terjadinya stunting, ada beberapa hal yang bisa Bunda lakukan, yaitu:

  • Perbaikan pola makan

Penyebab utama terjadinya stunting adalah akibat tubuh kekurangan nutrisi dalam jumlah yang seimbang. Hal ini bisa terjadi akibat pola makan yang kurang tepat. Misalnya kurang memerhatikan nutrisi yang ada dalam satu piring makanan, menyediakan makanan dengan variasi yang kurang sehingga nutrisi yang terpenuhi tidak seimbang, atau terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji maupun makanan tinggi karbohidrat maupun gula.

Sebaiknya, mulai biasakan anak mengonsumsi beragam jenis makanan agar pemenuhan keseimbangan nutrisi dapat tercapai. Seperti sediakan nasi, protein nabati, protein hewani, dan beragam sayur yang berbeda setiap harinya.

  • Pemenuhan nutrisi sejak awal

Memenuhi nutrisi tidak cukup dilakukan saat anak mulai memasuki usia MPASI saja, tetapi harus dimulai sejak masih dalam kandungan. Bunda harus memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan untuk memastikan janin juga mendapat nutrisi yang cukup untuk berkembang. Sebab, ketika bayi lahir dengan ukuran badan di bawah rata-rata, maka potensi terjadinya stunting juga semakin tinggi.

  • Menjaga kebersihan

Apa kaitannya menjaga kebersihan dengan stunting? Tentu saja ada. Ketika kebersihan makanan dan lingkungan tidak terjaga, maka anak akan lebih rentan terserang penyakit, seperti diare sehingga pemenuhan kebutuhan nutrisi tubuh sulit dilakukan. Apalagi ketika sakit, anak cenderung menolak makan sehingga tantangan ini akan semakin berat. Jadi, biasakan anak menjaga kebersihan agar terhindar dari beragam jenis penyakit.

  • Mengatur jangka kehamilan

Saat ini pemerintah sedang berusaha mengampanyekan program perencanaan kehamilan untuk mencegah stunting. Sebab, dengan jarak kehamilan yang terlalu dekat maka bagi beberapa orang yang memiliki penghasilan terbatas akan sulit memenuhi kebutuhan nutrisi selama hamil. Belum lagi biaya untuk perawatan bayi dan sekolah anak nantinya juga semakin tinggi. Dengan perencanaan kehamilan yang tepat, maka lebih mudah bagi orangtua untuk mengatur keuangan agar nutrisi serta kebutuhan selama hamil terpenuhi hingga anak telah lahir dan dewasa nantinya.

Demikianlah penjelasan mengenai stunting. Jika Bunda memiliki anak dan merasa tinggi badannya berada di bawah rata-rata, maka tidak ada salahnya memeriksakan anak ke dokter untuk mendeteksi apakah anak mengalami stunting atau bukan. Semoga informasi di atas bermanfaat dan Bunda serta keluarga selalu sehat, ya!

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published.