bayi dan keju

Bolehkah Balita Mengonsumsi Keju?

Menu sarapan apa yang banyak disukai oleh anak-anak? Pastinya jawabannya akan sangat beragam. Namun biasanya, salah satu jawabannya adalah sandwich berisi daging burger lengkap dengan keju slice meleleh. Benar tidak?

Selain sandwich, berbagai olahan keju lainnya juga sering menjadi favorit anak-anak. Rasanya yang gurih dan nikmat membuat bahan makanan ini cocok di lidah mereka. Belum lagi beragam kandungan nutrisi yang ada di dalam keju membuat banyak orang tua yang merasa bahwa ini adalah menu makanan yang menyehatkan untuk anak mereka.

Namun, benarkah demikian?

Berdasarkan situs newwaysnutrition, ternyata anak—terutama yang masih berusia bayi—tidak disarankan mengonsumsi beberapa jenis keju. Alasannya adalah karena kandungan garam atau sodium di dalamnya yang cukup tinggi. Garam pada keju memiliki fungsi yang penting untuk pengawet alami sehingga keju tidak mudah busuk. Garam juga berfungsi untuk mengendalikan kelembapan dan bakteri yang digunakan dalam proses pembuatan keju, dan tentunya sebagai perasa pada keju.

Namun, bukan berarti keju tidak boleh sama sekali dikonsumsi oleh bayi dan juga anak-anak. Sebab, seperti yang telah disebutkan di atas, keju juga mengandung beragam nutrisi yang baik untuk kesehatan, seperti vitamin, protein, mineral. Artikel tersebut juga menginformasikan bahwa jenis keju yang masuk ke taraf aman untuk balita adalah keju ricotta, mozzarella, bahkan keju Swiss yang memiliki rupa unik.

Jadi, mana yang benar? Boleh atau tidak bayi dan balita mengonsumsi keju?

Jawabannya sederhana, boleh saja asalkan memerhatikan dua hal ini:

  • Jenis

Sebisa mungkin hindari memberikan keju dengan kandungan sodium atau garam yang tinggi untuk anak Anda. Anda bisa memerhatikan label nutrisi untuk mengetahui kandungan dalam keju tersebut. Namun menurut situs nhs.uk, anak berusia 6 bulan atau lebih boleh mengonsumsi keju berlemak yang sudah melewati proses pasteurisasi seperti keju cheddar, krim keju, juga keju Swiss yang unik. Jangan pernah memberikan keju yang dibuat dari susu tanpa melalui proses pasteurisasi karena berisiko adanya kandungan bakteri. Tetapi Anda masih bisa memanfaatkan keju ini jika tujuannya adalah untuk dicampurkan dalam makanan yang akan melalui proses dimasak.

  • Jumlah

Tidak ada makanan apapun yang akan bermanfaat baik jika dikonsumsi secara berlebihan. Sama halnya dengan keju, apalagi jika keju yang Anda berikan pada anak mengandung sodium yang cukup tinggi, maka jumlahh konsumsinya harus lebih diperhatikan lagi.

Keju memang baik untuk kesehatan, tetapi pastikan Anda memerhatikan 2 hal di atas saat memberikannya untuk anak kesayangan Anda, ya! Dengan begitu anak Anda tetap bisa mengonsumsi makanan favoritnya tetapi terhindar dari masalah kesehatan. Semoga bermanfaat!

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published.