Notebook

Kualitas atau Kuantitas, Mana yang Paling Penting untuk Konten Website?

Adalah rahasia umum bahwa konten ialah raja dalam dunia digital. Steve Olenski, seorang kontributor Forbes, mengemukakan beberapa alasannya. Pertama, konten adalah “new black” atau tren marketing masa kini. Kedua, konten cenderung “menyapa” konsumen—dan calon konsumennya, bukan malah mengganggu ketenangan yang ada. Ketiga, dunia digital membuat media menjadi lebih “terbuka”—dalam artian, siapa pun bisa melibatkan dirinya dalam lingkup tersebut. Sehingga, konten dinilai sebagai pemegang kendali dunia digital.

Memahami realita di atas mungkin satu hal mudah. Namun, pertanyaan lanjutan mungkin muncul dalam benakmu. Jika konten ialah raja, maka raja seperti apa yang baik? Manakah yang lebih penting—konten yang berkualitas atau konten yang berkuantitas? Neil Patel pernah memaparkan kebimbangan ini dalam situsnya. Menurutnya, kunci dari permasalahan ini terletak pada niat awal pembuatan konten itu sendiri.

Perlu diingat bahwa tujuan utama penulisan konten adalah untuk menyapa pembacanya. Memberikan informasi yang dibutuhkan pembaca, dengan menyertakan sumber tepercaya yang dekat dengan ketertarikan mereka, adalah dasar penulisan konten yang paling utama. Dengan demikian, konten yang berkualitas lebih penting daripada konten yang berkuantitas.

Mengapa demikian? Pasalnya, konten yang berkualitas mampu menjawab pertanyaan atau keingintahuan yang sedang dicari oleh pembacanya. Neil Patel juga mengutip hasil riset pelanggan yang dilakukan oleh sejumlah peneliti di HubSpot. Ternyata, konten panjang (dengan jumlah kata sekitar 1900 hingga 2000) memimpin hasil pencarian di Google. Alasannya adalah konten panjang—dan berkualitas—mampu memenuhi hasrat pelanggan atau pencari informasi. Dengan begitu, konten-konten tersebutlah yang dipajang Google pada halaman teratas.

Ahli dunia pemasaran digital ini pun menyarankan jika ingin kontenmu terus dibaca banyak orang, maka upayakanlah untuk menghasilkan konten yang berkualitas. Walau kunci konten terletak pada kualitas, tak berarti pula kamu mengabaikan kuantitas. Sebab, kuantitas atau jumlah konten jelas mengikuti kualitas konten. Artinya adalah menulis konten yang berkualitas itu wajib, namun mempublikasikan tulisan-tulisanmu dalam rentang waktu yang konstan pun perlu dilakukan. Tujuannya tentu saja untuk mudah terbaca—dan terus dibaca khalayak.

Nah, sekarang, sudah tahu, kan, apa yang harus kamu lakukan untuk mengisi situsmu? Selamat menulis!

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published.