anak sekolah

Anak Harus Pindah Sekolah? Ini Hal yang Bisa Bunda Lakukan

Anak harus pindah sekolah tidak selamanya berkonotasi dengan peserta didik yang “gagal” atau tidak bisa lagi mengikuti ajaran di sekolah. Pasalnya, situasi ini bisa juga dipicu oleh penugasan orang tua siswa tersebut ke kota lain atau keharusan orang tuanya untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri. Tak ayal, kendati sudah bersekolah di Jakarta Intercultural School yang menawarkan pendidikan kelas dunia melalui kurikulum dan fasilitasnya, sang anak harus berpisah dengan teman-temannya.

Sebagaimana orang dewasa menghadapi perubahan, anak-anak juga dapat merasakan hal yang sama ketika harus berpisah dengan lingkungan yang sudah ia kenali lama. Kalau mengutip laman verywellfamily, anak yang harus pindah sekolah itu bisa merasa cemas, takut, ataupun stres. Untuk itu, Bunda selaku orang tua dapat membantunya mengatasi masalah emosional tersebut dengan melakukan beberapa hal berikut:

Beri penjelasan—jangan buat anak bingung

Hal pertama yang harus Bunda lakukan ialah memberi penjelasan kepada anak kenapa keluarga Anda harus pindah—rumah dan sekolah. Menurut seorang guru berpengalaman, tindakan ini penting dilakukan mengingat anak-anak juga berhak tahu alasan sebenarnya.

Pun nanti setelah keluarga Anda pindah ke tempat baru, orang tua juga dapat bertukar cerita tentang perubahan ataupun kesulitan yang orang tua temui di tempat baru. Dengan begini, anak tidak akan merasa begitu kesepian dan kesulitan untuk beradaptasi.

Beri mereka “akhir” sebelum mengawali yang baru

Mengucapkan kata pisah memang berat. Akan tetapi, meninggalkan lingkungan lama tanpa pamit bisa membuat anak merasa ada yang hilang dalam hidupnya. Untuk itu, buatlah acara perpisahan, kecil-kecilan pun tak apa, agar si kecil punya “akhir” dari perjalanan hidupnya di lingkungan lama dan siap memulai lagi pada lingkungan barunya.

Bila memungkinkan, Bunda juga bisa membantu anak untuk tetap terhubung dengan teman-teman atau lingkungan lamanya. Jika lingkungan baru anak tidak begitu jauh dari lingkungan lamanya, Bunda bisa mengajaknya untuk kembali berkunjung ke lingkungan tersebut beberapa waktu sekali. Namun jika terlalu jauh (misalkan beda negara), mungkin Bunda bisa mengatur sesi panggilan video di akhir pekan buat anak dan teman-teman lamanya.

Di luar kedua hal di atas, Bunda juga dapat mendukung pendidikan si kecil saat ia belajar dalam lingkungan baru juga membuat sesi kumpul-kumpul dengan tetangga atau teman barunya sebagai upaya mengatasi kesulitan anak harus pindah sekolah.

Semoga tips dalam artikel ini berguna buat Bunda dan si kecil, ya!

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published.