pesawat

Fakta Menarik tentang Bandar Udara Internasional Juanda

Bandar Udara Internasional Juanda di Sidoarjo adalah titik poin utama jalur penerbangan di timur Indonesia. Dengan kode SUB, bandara dengan landasan pacu sepanjang 3 kilometer ini memiliki luas area sebesar 51.500 meter persegi dan dua terminal utama. Menurut situs Infiniferro, cakupan area tersebut mampu menampung sekitar 13-16 juta penumpang dan 120.000 kargo setiap tahunnya. Selain tiga hal ini, berikut adalah fakta menarik tentang Bandar Udara Internasional Juanda yang perlu kamu tahu!

  • Duduk pada posisi ke-4 di daftar Bandara Paling Tepat Waktu se-Asia-Pasifik

Kamu pasti sering dengar istilah “waktu adalah uang”, kan? Dalam dunia penerbangan, selisih menit saja bisa mendatangkan rugi bagi maskapai serta pengelola bandara. Sebab, keterlambatan satu penerbangan dapat memengaruhi jadwal penerbangan lainnya. Untuk itulah, setiap pengelola bandar udara akan berupaya buat terus meningkatkan ketepatan waktu mereka.

Nah, Bandar Udara Internasional Juanda sudah berhasil di tahun 2019 lalu. Hasil riset perusahaan penyedia data perjalanan global, AOG, pada April 2019 menunjukkan ketepatan waktu Bandara Juanda mencapai 95,3%. Angka tersebut lebih tinggi daripada Bandara Changi; Singapura, Narita; Jepang, Soekarno-Hatta; Cengkareng, Suvarnabhumi; Thailand, juga Ngurah Rai; Bali, lho! Keren, ya?

  • Bandara tersibuk kedua di Indonesia

Selaku main-hub atau penghubung utama jalur penerbangan di bagian timur Indonesia, tidak heran jika Bandar Udara Internasional Juanda menduduki posisi bandara tersibuk kedua di Indonesia; tentu saja setelah Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng.

Menurut data, setidaknya ada 400 pesawat yang lepas landas dan mendarat di Bandara Juanda, baik penerbangan dari dalam maupun luar negeri.

  • Mengggunakan teknologi navigasi modern dan canggih

Pada tahun 2019, Terminal 1 Bandar Udara Internasional Juanda mengalami pengembangan agar dapat menampung lebih banyak penumpang. Menurut Jawa Pos, hasil renovasi tersebut diperkirakan bisa menampung hingga 13,6 juta penumpang.

Selain bagian terminal, bagian navigasi Bandara Juanda juga melengkapi divisi mereka dengan peralatan navigasi modern dan canggih di tahun yang sama. General Manager AirNav cabang Surabaya, Yasrul, seperti dikutip dari AntaraNews menjelaskan bahwa peralatan bernama Advanced Surface Movement Guidance and Control System (ASMGCS) bertujuan untuk mengamati pesawat saat melakukan pergerakan di landas hubung dan landas pacu serta mendeteksi pergerakan pesawat baik menuju atau dari tempat parkir pesawat yang tidak bisa terlihat langsung dari menara ATC. Sementara teknologi Clearance Delivery Unit (DCU) bertujuan untuk meningkatkan informasi valid tentang kondisi cuaca sebelum penerbangan dilakukan.

Setelah tahu beberapa fakta menarik di atas, apakah kamu jadi tidak sabar untuk terbang atau mendarat di Bandara Juanda?

Tags :

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *