Teror Internet sebagai Tontonan Hiburan

Kekuatan teknologi kini memberikan dampak yang cukup besar terhadap suatu ‘sajian’ visual yang dinikmati oleh publik. Sebagai contoh, hadirnya Smart ULED TV terbaru memberikan inovasi baru untuk akses internet secara luas melalui layar tayang televisi saja. Akses tersebut kini membuat penggunaanya mudah untuk menikmati tontonan secara global melalui layanan internet dan atau televisi kabel. Bagi kamu yang sangat hobi dengan menonton film berbau teknologi terkini dengan sentuhan pacuh adrenaline, simak rekomendasi film berikut ini!

Kita tidak dapat memungkiri bahwa banyak fenomena yang terjadi dengan adanya internet. Munculnya e-commerce baru, inovasi atau tips menarik, hiburan segar, penyebaran informasi secara cepat dan koneksi luas tanpa batas. Namun hal ini juga memicu hal negatif yang berdampak karena kehadiran dari internet itu sendiri. Setidaknya hal tersebut yang menjadi ide dasar dari pembentukan film ini, Unfriended dan Unfriended: Dark Web.

Setelah sukses dengan ide briliannya pada sekuel pertama yang mengisahkan tentang cyber-bullying kini produksi film kedua yang berjudul Unfriended: Dark Web ini mengusung tema yang cukup berbeda.

Sekuel keduanya tetap mengusung tentang ‘sisi jahat’ dari internet tersebut namun dengan penyajian yang lebih realistis dan lebih masuk akal. Cerita yang disajikan memiliki asal usul yang cukup jelas seperti toko dari hackers dan si korban. Mengisahkan tentang laptop yang ditemukan oleh Matias ternyata membawa bencana yang cukup tragis terhadap dia dan temannya. Terdapat banyak file rahasia dan cukup aneh bahkan mengganggu yang ditemukan Matias di dalam laptop yang ia temukan. Namun pemilik dari laptop tersebut adalah pengguna dark web yang melakukan kejahatan melalui internet bersama dengan komplotannya.

Sedangkan dalam sekuel pertama, Unfriended menceritakan permainan yang dilakukan secara online oleh sekelompok teman yang sudah di atur oleh orang yang tidak dikenal. Teror yang dilakukan akhirnya mengancam semua orang yang melakukan cyber-bullying terhadap Laura dan menyebabkan ia mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Kedua produksi film ini sama-sama mengusung efek visual tayangan yang terlihat dari layar laptop. Tentunya hal ini dibuat secara realistis sesuai dengan tampilan desktop dari laptop pada umumnya untuk membawa penonton merasakan langsung sensasi terbawa suasana film. Namun pembaruan yang dilakukan dari sekuel pertama adalah logika dan jalan cerita yang lebih realistis, yaitu ada sebab maka ada akibat dan ada pelaku maka ada korban.

Kedua sekuel film ini membawa konsep yang sama unik dari dampak negatif penggunaan internet. Ide serta tampilan visual juga adalah hal yang cukup dinilai ‘terbaik’ dari kedua sekuel tersebut. Permainan design visual yang dibuat serupa dengan bentuk desktop laptop ini membuat seakan penonton diajak untuk merasakan sensasi berada di dalam sebuah scene film. Tentunya juga terdapat moral value yang cukup baik dan ditanamkan dalam film tersebut untuk bijak dalam penggunaan internet. Bagi kamu yang menggunakan Smart Tv, tentu kamu dapat merasakan sensasi yang lenih relaistis lagi atau dengan kualitas gambar jernih. Selamat mencoba! (VIKW)

Tags :

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published.